Mengapa UU Cipta Kerja Diperlukan?

Tahukah Anda, kalau kondisi saat ini terdapat 7 (tujuh) juta orang Indonesia tidak memiliki lapangan pekerjaan atau pengganggur terbuka. Setiap tahun, ada pertumbuhan angkatan kerja baru sebanyak 2 (dua) juta orang. Angkatan kerja itu akan terus bertambah dan Indonesia akan mengalami bonus demografi (jumlah angkatan kerja paling banyak) antara tahun 2028-2040. Sebanyak 64 persen penduduk Indonesia pada periode itu adalah angkatan kerja. Penduduk produktif, usia kerja.

Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia, rerata sebesar 5 persen. Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen, bagi negara dengan jumlah penduduk sebanyak Indonesia, hanya akan menyerap sekitar 400.000 tenaga kerja. Artinya dengan pertumbuhan sebesar 5 persen hanya akan menyerap tenaga kerja sebesar 2 juta orang pertahun.

Hal itu menegaskan bahwa pemerintah perlu memacu pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen setiap tahun agar penggangguran terbuka makin mengecil. Agar ekonomi bisa tumbuh perlu investasi baru. Investasi baru memerlukan modal. Apakah Anda tahu kalau untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen perlu investasi baru setidaknya Rp 800 triliun. Agar terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, perlu investasi baru sebesar Rp 4.800 triliun. Itu hanya akan mengurangi 400.000 dari 7 juta pengangguran terbuka saat ini. Masih dengan pengandaian pertumbuhan angkatan kerja konstan hanya 2 juta per tahun.

Investasi perlu situasi dan kondisi yang kondusif. Regulasi harus jelas dan tidak berbelit-belit. Mulai dari perijinan usaha, pengadaan lahan, tidak ada pungutan liar, tenaga kerja professional dan bersaing, dan sebagainya.

Saat ini jumlah pekerja informal paling mendominasi di Tanah Air. Sebanyak 74,1 juta pekerja (57,26 %) pada tahun 2019. Sementara pekerja formal sebanyak 55,3 juta (42,74%). Banyaknya pekerja informal, menurut data Kementerian Koordinator Perekonomian, disebabkan karena perkembangan ekonomi digital yang memacu wiraswasta secara online dan mandiri serta karakteristik generasi milenial yang cenderung memilih jam kerja yang fleksibel.

Nah, UU Cipta Kerja bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan perluasan lapangan kerja, -yang memerlukan invetasi dan sebagainya-, dengan upaya perlindungan pekerja, -lapangan kerja yang telah ada. Untuk menciptakan lapangan kerja baru dan ada peningkatan perlindungan bagi pekerja, diperlukan reformasi regulasi secara menyeluruh, termasuk soal ketenagakerjaan. Itulah UU Cipta Kerja!

Leave a Comment

Your email address will not be published.