Perusahaan Umum Produksi Film Negara menggelar Ngobrol Daring #9 dengan tema ‘Mulai dari Film Pendek’ pada Kamis, 13 Agustus 2020 lalu. Tujuannya untuk memantau perkembangan film pendek tanah air dan memotivasi sineas Indonesia untuk menghasilkan film pendek berkualitas.

“Film pendek tak sekadar batu loncatan atau portofolio para sineas masuk ke industri film tetapi bisa jadi medium untuk mengekspresikan pesan yang hanya cocok disampaikan dalam durasi yang singkat,” kata Penggiat Film Pendek Lulu Ratna yang menjadi pembicara dalam forum dalam jaringan (daring) tersebut.

Lulu menuturkan  film pendek bisa berpotensi komersial meski durasinya singkat. Caranya dengan monetisasi Youtube maupun mengikuti festival film pendek. Di festival film pendek, ada pasar jual beli film pendek asal berkualitas.

Selain Lulu, Sutradara dan Penulis Skenario Irfan Ramli juga menjadi pemateri forum yang telah digelar sembilan kali tersebut. Irfan mengatakan film pendek menantang para sineas untuk membuat cerita yang solid dan mampu menyampaikan pesan yang mengesankan dalam durasi yang tak panjang.
 
“Bahkan, film pendek bisa jadi dikerjakan dengan  rumit dan berbudget besar. Hal ini mematahkan stigma bahwa film pendek hanya cocok untuk PH dengan budget rendah dan sederhana,” kata Irfan.

Selaras dengan ngobrol daring tersebut, Perum PFN juga mengajak sineas berpartisipasi dalam Lomba Film Pendek 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Kompetisi yang menawarkan hadiah puluhan juta rupiah tersebut mengambil tema besar ‘Nasionalisme’.

Mengikuti lomba film pendek, menurut Lulu, menjadi awal mula agar sineas muda bisa masuk komunitas perfilman. Hasil karya mereka pun bisa dilihat banyak orang lewat kompetisi film pendek.

Sementara itu, Irfan memberikan tips bagi sineas pemula yang ingin ikut lomba film pendek. Caranya ialah mengetahui syarat dan objektif kompetisi tersebut dan terus menerus uji gagasan untuk menghasilkan film sebaik dan sekreatif mungkin. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.