PERUM PFN MELUNCURKAN PFN CREATIVE ACADEMY DAN MELATIH 51 PENYULUH MASYARAKAT DI SELURUH INDONESIA

PFN Creative Academy merupakan suatu platform dalam pengembangan kompetensi bidang Industri Perfilman dan Konten. Dalam platform ini, siswa bisa saling tatap muka dengan tutor dan atau siswa dapat mengakses pembelajaran dimana saja.

PERUM PFN merupakan perusahaan yang mempunyai tugas mencerahkan, mendidik dan menghibur Indonesia melalui tontonan dan konten-konten yang sehat. Menanggapi berkembangnya konten audiovisual yang sangat pesat terlebih dalam dua bulan ini di tengah pandemi covid-19, kemampuan masyarakat dalam membuat konten dari rumah menjadi sangat kreatif dan menerobos di tengah keterbatasn. Hal ini merupakan kemajuan yang positif.

Agrikursus pelatihan audiovisual ini merupakan kerjasama antar lembaga di tengah pandemi covid-19. Direktur Utama Perum PFN mengapresiasi inisiasi Kementerian Desa untuk membekali penyuluh masyarakat mengikuti pelatihan audiovisual. “Hasil dari pelatihan ini akan menjadi kemajuan yang sangat luar biasa dimana antar daerah akan massif menyampaikan informasi dan saling memperluas keterjangkauan daerah,” tutur Judith J. Dipodiputro Direktur Utama Perum PFN.

Terdorong di tengah pandemi covid-19 dan perubahan perilaku masyarakat yang semakin memfungsikan teknologi sebagai pembelajaran positif, Perum PFN menginisiasi PFN Creative Academy dalam fungsi nya media leverage softskill bidang perfilman dan konten secara mandiri. Tujuannya agar masyarakat mempunyai softskill dalam mengabarkan berita positif melalui media film dan konten. Maka, dalam hal ini mendorong setiap masyarakat untuk peka dan menciptakan konten sehari-hari untuk mengabarkan berita positif secara massif.

Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi mempercayakan PFN Creative Academy untuk Memberikan Pelatihan Agrikursus Audiovisual kepada Penyuluh Masyarakat

Kebutuhan akan publikasi positif masing-masing daerah semakin kuat dan penting. Kabar positif disebarluaskan agar kesadaran daerah untuk membangun daerah nya semakin kuat lagi. Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi melalui program kerja Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal menginisiasi Pelatihan Agrikursus Audiovisual untuk mendorong ide-ide kreatif dari penyuluh masyarakat disebarluaskan dalam bentuk audiovisual.

Ketua Pelaksana Bapak Yusra, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia  Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi mengatakan meningkatkan kreativitas di tengah pandemik sangat penting agar perekonomian tetap stabil dengan mencari peluang dan kesempatan yang ada.  

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, Bapak Anwar Sanusi mengatakan peningkatan softskill pelatihan audiovisual ini perlu dikembangkan lebih luas lagi. “Saya harap akan ada kerjasama jangka panjang antara Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi dan Perum PFN untuk menjangkau lebih luas lagi,” tutur Sekjen Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. 

Jumlah Siswa Pelatihan Agrikursus Audiovisual sebanyak 51 Penyuluh Desa dari Seluruh Indonesia

Kurikulum yang disusun untuk pelatihan audiovisual ini diawali dengan dasar-dasar komunikasi dan jurnalistik. Karena, sejalan dengan semangat menyebarluaskan berita positif, konten yang dibuat harus lah yang mempunyai pesan kebenaran sebagai salah satu pilar dalam jurnalistik.

Melalui pelatihan agrikursus audiovisual dasar dengan memanfaatkan teknologi yang dimiliki oleh masing-masing penyuluh masyarakat seperti handphone dan laptop yang dimiliki, mereka akan mampu merekam aktivitas yang dilakukan sehari-hari saat melakukan penyuluhan di desa-desa. Output dari pelatihan ini adalah penyuluh desa mampu membuat konten audio visual sederhana dari kegiatan yang dilakukan.

Dalam kurun waktu tidak sampai 24 jam sejak pendaftaran online dibuka, sebanyak 81 siswa mendaftar. Dikarenakan untuk membuat kelas efektif, maka jumlah kelas untuk batch pertama dibatasi 81 orang. Adapun 51 penyuluh masyarakat berasal dari berbagai daerah antara lain dari Jayapura, Kupang, Palu, Rote Ndao, Nagekeo, Ende, Tual, Bengkulu, Bangka Belitung, Rokan Hilir, Ambon, Medan, Sumatera Selatan, Bandar Lampung, Banda Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta DKI Jakarta. 

Pelatihan ini merupakan pelatihan Angkatan pertama yang dibuka. Selanjutnya akan dibuka angkatan-angkatan berikutnya. Dalam sekali angkatan pelatihan agrikursus audiovisual ini terdiri atas 5 (lima) kali kelas dengan masing-masing kelas berdurasi 90 menit paparan materi dan tanya jawab. Adapun SKS yang diambil yaitu dasar komunikasi

dan dasar audiovisual, dasar Jurnalistik, penulisan naskah jurnalistik dan dokumenter, tata kamera dan audio, basic video editing, evaluasi dan apresiasi tugas akhir.

Dalam pelatihan Angkatan pertama ini, acara dibuka langsung oleh Sekjen Kementerian Desa, PDT, Transmigrasi, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, Kepala Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Ketua Dewas Perum PFN, Direktur Utama Perum PFN, Direktur Operasional dan Keuangan serta Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Perum PFN.

PFN Creative Academy ini terbuka untuk kerjasama dengan berbagai stakeholders. Topik dalam pelatihan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi. Harapannya, Indonesia akan mantap dalam menyongsong cita-cita besar Indonesia 2045 serta meningkatkan softskill dan kompetensi Bangsa dimulai dari sekarang.

Leave a Comment

Your email address will not be published.