Gotong Royong Produksi Film Omnibus

9 Juli 2020, Perum Produksi Film Negara (PFN) mengadakan Ngobrol Daring ketujuh dengan tema “Gotong Royong Bikin Omnibus.” Ngobrol Daring dipandu oleh Rita M. Darwis (Kadiv Produksi Multiplatform Perum PFN) dengan menghadirkan dua narasumber yakni Marcella Zalianty (Produser dan Aktris Film) dan Key Mangunsong (Screen-Writer). Kegiatan ini dalam bentuk Live Streaming pada platform Youtube Channel Perum Produksi Film Negara yaitu Studio PFN.

Film Omnibus ini merupakan salah satu film yang di dalam nya terdapat beberapa film pendek yang dijait menjadi satu kesatuan dengan tema yang sudah ditentukan sebelumnya. Sebelum diskusi dimulai, diputar cuplikan trailer dari contoh film Omnibus yang digarap narasumber yakni RectoVerso. Film ini menceritakan beberapa film pendek di dalam nya dengan tema “Cinta yang tak Terucap” menjadi satu kesatuan film dengan film lainnya yang ada di dalam RectoVerso ini.

Sharing pertama dimulai dengan membahas proses dalam membuat film Omnibus, kesulitan-kesulitan yang dialami ketika membuat film Omnibus ini seperti kesulitan ketika mengubah bahasa atau cerita yang diangkat dari Novel menjadi sebuah konsep film atau dalam ruang audio-visual. Sharing berlanjut membahas mengenai penerimaan masyarakat terhadap film Omnibus itu sendiri. Marcella sempat menyampaikan bahwa memang film Omnibus ini khususnya film RectoVerso waktu itu dipandang sebelah mata oleh masyarakat, dengan anggapan sepi penonton, karena lebih kepada short-film bukan kepada film layar lebar. Namun pada akhirnya ketika penonton menyaksikan film RectoVerso, mereka dikejutkan dan alhasil film RectoVerso pada akhirnya bisa bertahan lama di bioskop dan mendapat respon yang positif dari penonton.

Marcella mengatakan bahwa film apapun itu kembali lagi pada kekuatan storytelling nya, sutradaranya, kekuatan visualnya, dan aktornya dalam menjiwai perannya. Karena ketika seorang aktor secara jujur menyampaikan perasaan dari sebuah cerita dapat dipastikan bahwa penonton yang menyaksikannya juga pasti akan dapat merasakan rasa yang ingin disampaikan aktor tersebut.

Hal selanjutnya yang dibahas adalah peran dari seorang editor, Key Mangunsong mengatakan bahwa Editor dalam film Omnibus RectoVerso itu patut diacungi jempol karena mereka handal dalam mengedit 5 film yang berbeda yang akhirnya dapat menghasilkan sebuah film yang menyatu satu dengan yang lainnya karena itu bukan proses yang mudah. Key juga sempat menyarankan bagi para Filmmaker muda, apabila mempunyai kesempatan untuk bersekolah di bidang perfilman, ambil. Karena pada umumnya orang yang mengambil sekolah film akan memiliki bekal yang lebih baik dibandingkan yang belajar secara otodidak. Pesan untuk Filmmaker muda untuk terus berkarya, tetap kreatif, juga untuk terus berlatih dan belajar, dan untuk tetap rendah hati ketika membuat suatu karya, serta hal yang paling penting adalah gunakan rasa cinta ketika berkarya, karena ketika berkarya dengan rasa cinta terhadap karya tersebut pasti hasil yang didapat tidak akan mengecewakan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.