Ngobrol Daring #2 : Peran Perempuan dalam Sinema Indonesia

24 April 2020, Ngobrol Daring kedua mengangkat tema “Peran Perempuan dalam Sinema Indonesia.” Pembicara dalam ngobrol daring kali special dipandu oleh host perempuan dan narasumber perempuan. Hal tersebut sengaja dipilih dalam rangka memperingati Hari Lahirnya R.A. Kartini. Ngobrol daring kedua dilakukan pada 24 April dengan host Amanda F. Iswan dan Narasumber Sheila Timothy.

Amanda F. Iswan adalah CEO Swan Studio yang merupakan lulusan dari Quinnipiac University, US. Pernah menghadiri Hong Kong Film Art dan Cannes Film Market di Paris. Amanda menyutradari film Zeta pada 2018.

Sheila Timothy adalah seorang pproduser film. Mendirikan LifeLike Pictures. Memproduseri film Pintu Terlarang, Modus Anomali, Tabula Rasa, Banda, dan Wiro Sableng. Wiro Sableng sendiri mendapatkan penghargaan Film Box Office terbaik di IBOMA 2019.

Dalam Ngobrol Daring tersebut, Sheila Timothy menceritakan pengalaman perjalanan karirnya sebagai filmmaker dan tantangannya sebagai perempuan di industri perfilman tanah air.

Sheila menuturkan sebagai perempuan, tentu ada tantangan yang dihadapi bekerjasama dengan banyak pria saat produksi. Namun, ia menekankan, pekerjaan di bidang film bukan soal gender melainkan kompetensi masing-masing individu. Sheila juga mengawali pembicaraan dengan menyebutkan bahwa inspirasi terbesar dirinya berkarir adalah ibunya.

Ngobrol daring kedua dilakukan dengan durasi 60 menit. Meningkat dua kali lipat dari ngobrol daring pertama. Dikarenakan antusiasme pendengar dan pertanyaan-pertanyaan yang sangat menarik dan banyak, maka diakomodir dengan memperpanjang waktu diskusi tanya jawab. Adapun pendengar dari beragam latar belakang dan beragam wilayah tempat tinggal.

Humas Perum PFN

Contact@PFN.co.id

Leave a Comment

Your email address will not be published.